Kota Bogor, Kota Termacet?

Judul tulisan ini saya ambil dari beberapa headline media cetak dan internet beberapa saat lalu. Hal ini membuat saya sebagai warga Bogor garis keras tertohok. Ternyata kota saya punya ‘prestasi’ yang cukup ‘membanggakan’, urutan pertama kota termacet di Indonesia, bahkan mengalahkan Jakarta. Tepuk tangan.

Dikutip dari detik.com dan Liputan6.com,
“Kementerian Perhubungan merilis 10 kota paling macet di Indonesia dengan urutan pertama ditempati Bogor dengan laju kendaraan 15,3 kilometer per jam dan volume per kapasitas atau VC ratio 0,86. Urutan ke-2 adalah DKI Jakarta dengan laju kendaraan 10-20 km/jam dan VC ratio 0,85.”

Saya tidak akan membahas mengenai VC ratio seperti yang terdapat di berita tersebut. Saya akan membahas mengenai salah satu poin yang mungkin menjadi bagian dari kemacetan yang terstruktur, masif, dan sistematis ini.

Kota Bogor…Macet.

Kemacetan. Pasti kata ini adalah kata yang pertama muncul ketika sebuah pertanyaan ‘kata apa yang pertama terpikir ketika saya sebut: kota bogor?’. Bisa jadi 8 dari 10, atau malah 10 dari 10 orang akan menjawab dengan kata tersebut. Bagaimana dengan anda?
Oke mari kita coba list beberapa titik kemacetan di Kota Bogor secara acak.

  1. Jalan Kapten Muslihat, dari ujung Jembatan Merah sampai Taman Topi.
  2. Jalan Merdeka, dari Pusat Grosir Bogor (PGB) sampai Jembatan Merah
  3. Pertigaan Gunung Batu
  4. Pertigaan BTM sampai Pasar Bogor
  5. Pertigaan BTM sampai Empang
  6. Jalan Bondongan, sekitar pintu masuk Bogor Nirwana Residence
  7. Jalan Siliwangi sekitar pertigaan Roti Unyil
  8. Jalan Pajajaran di sepanjang factory outlet
  9. Pertigaan Warung Jambu
  10. Jalan Soleh Iskandar, dari ujung Lotte Mart sampai Univ. Ibnu Khaldun
  11. Jalan Soleh Iskandar, dari Mitra 10 sampai Yogya Plaza Indah Bogor
  12. Jalan Jalak Harupat (Sempur)
  13. Jalan RE Martadinata, dari Air Mancur sampai perlintasan kereta
  14. Sekitar Terminal Bubulak
  15. Sekitar Terminal Laladon
  16. Dari pintu masuk Kebun Raya Bogor sampai Tugu Kujang

Cukup banyak juga ternyata. Mari kita tuangkan kira-kira dalam peta bagaimana sebarannya.

Data yang tertuang dalam peta di atas belum pakai data yang akurat dalam hal nilai dan lokasi. Masih sebatas perkiraan letak dan penilaian subjektif saya sendiri untuk besaran lingkarannya, semakin besar lingkaran maka semakin parah macetnya.. Untuk lebih jelasnya kita bisa melakukan analisa dengan bantuan analisa GIS. Semoga bisa kita lakukan suatu saat nanti.

Pemetaan Titik Kemacetan di Kota Bogor

Pemetaan Titik Kemacetan di Kota Bogor

Dari pemetaan tersebut dapat kita lihat, umumnya jalan-jalan utama di Kota Bogor macet. Ada lelucon bahwa kalau nama jalan itu memakai nama pahlawan, pasti jalan itu akan macet, mari kita lihat di Kota Bogor. Kemacetan yang terlihat berdekatan sebarannya terjadi di jalan yang melingkari Kebun Raya yaitu Jalan Juanda, Jalan Jalak Harupat, Jalan Pajajaran, dan Jalan Otista. Jalan Lingkar Kebun Raya ini memang sangat riskan jika dilihat dari layoutnya secara makro kota. Ada sekitar 6 jalan utama yang bermuara di Jalan Lingkar ini, mengakibatkan tekanan ke jalan ini begitu besar.

Mari kita lihat diagram berikut ini, lingkaran biru adalah Jalan Lingkar Kebun Raya. Dari diagram tersebut dapat kita bayangkan tekanan yang datang ke lingkaran warna biru di tengah itu sangat besar. Tekanan ini datang dari sejumlah jalan yang menuju ke lingkaran tersebut. Sehingga jika ring warna biru itu sudah mencapai titik maksimum kapasitasnya, maka ring tersebut akan macet dan akan berimbas kepada jalan lain yang menuju ke jalan tersebut. Inilah salah satu sebab kenapa Kota Bogor begitu mudahnya menjadi macet. Jalan-jalan utamanya memiliki pola memusat ke satu lingkaran.

Diagram Jalan Lingkar Kebun Raya

Diagram Jalan Lingkar Kebun Raya

Selain karena tingginya arus kendaraan yang menuju ke pusat tersebut, Jalan Lingkar Kebun Raya ini juga dapat ditutup sewaktu-waktu. Hal ini dikarenakan adanya aktivitas di Istana Kepresidenan dan juga Kantor Walikota Bogor yang terletak di Jalan Lingkar ini. Cukup sering jalan ini ditutup, misalnya ketika Presiden Amerika Serikat Gorge H.W. Bush bertemu dengan Presiden SBY di Istana Bogor, atau ketika resepsi pernikahan anak presiden, atau ketika ada pawai hari ulang tahun Bogor. Adanya penutupan jalan ini akan berimbas kepada seluruh, iya seluruh, sirkulasi kendaraan di Kota Bogor. Kembali lagi karena jalan-jalan utamanya bermuara ke Jalan Lingkar ini.

Di bawah ini ada beberapa gagasan saya terkait penataan sirkulasi Jalan Lingkar Kebun Raya. Opsi tersebut baru sebatas diagram awal bagaimana lalu lintas dapat kita tata sehingga tidak terlalu membebani Jalan Lingkar tadi. Beberapa prinsip penataan yang saya pegang dalam usulan tersebut adalah:
Istana Bogor akan tetap pada tempatnya, sehingga Jalan Lingkar ini sewaktu-waktu akan ditutup sesuai dengan kebutuhan pengamanan Istana.
Kelestarian ekosistem Kebun Raya Bogor sebagai kebun botani
Posisi yang masih mungkin berubah adalah letak Kantor Walikota, bisa saja dipindahkan untuk membuat pusat kota baru di tempat lain, tapi hal ini akan saya bahas lagi pada kesempatan lain.

Diagram Opsi Penataan Jalan Lingkar Kebun Raya Bogor

Diagram Opsi Penataan Jalan Lingkar Kebun Raya Bogor

Pembahasan Opsi

OPSI 1

Penataan sirkulasi pada opsi 1 hanya sebatas peningkatan kapasitas Jalan Lingkar. Adanya peningkatan kapasitas ini diharapkan bisa untuk mengakomodasi aliran arus lalu lintas yang datang ke Jalan Lingkar. Tetapi perlu diingat juga beberapa pertimbangan berikut ini:

  • Peningkatan jumlah kendaraan yang harus ditampung lebih cepat dari kemampuan kita untuk meningkatkan kapasitas jalan.
  • Pelebaran jalan terkendala letak pepohonan besar di sekitar Jalan Lingkar. Upaya pemindahan pohon ini saya rasa tidak mungkin secara ekologis.

Jadi opsi ini saya rasa tidak feasible. Kalaupun feasible, maka diperkirakan dampaknya tidak akan sebanding dengan upaya yang diharapkan.

OPSI 2

Penataan Jalan Lingkar yang tadinya 2 arah menjadi 1 arah searah jarum jam. Kenapa searah jarum jam? Karena kita menggunakan lajur kiri, sehingga belok kiri dapat terjadi lebih lancar dan mengurangi crossing antar arah kendaraan.

Opsi ini saya rasa dapat mengurangi beban Jalan Lingkar karena lalu lintas menjadi lebih mudah diatur dan lebih terarah. Sirkulasi yang menuju ke Jalan Lingkar ini dianggap sebagai sebuah loop besar yang terjadi sebagai hubungan antara Jalan Lingkar dan jalan-jalan utama yang menuju ke Jalan Lingkar tersebut. Di beberapa ruas jalan memang masih memungkinkan untuk dijadikan dua arah, namun ini akan memerlukan kajian lebih lanjut.

OPSI 3

Penataan Jalan Lingkar yang paling besar pengaruhnya (dan juga perlu lebih banyak upaya) adalah dengan membuat jalan loop satu arah sebanyak dua buah. Adanya Jalan Lingkar 2 ini akan membentuk rangkaian loop-loop kecil bersama Jalan Lingkar 1. Keuntungan yang didapat adalah:

  • Jika Jalan Lingkar 1 ditutup karena aktivitas Kantor Walikota atau Istana Negara, lalu lintas tetap dapat berjalan dengan memanfaatkan Jalan Lingkar 2 ini.
  • Beban Jalan Lingkar 1 dapat dibagi kepada Jalan Lingkar 2, volume lalu lintas yang menempel ke Kebun Raya dapat dikurangi. Hal ini berdampak positif terhadap kelestarian ekosistem yang ada di dalam Kebun Raya Bogor akibat emisi gas buang dan kebisingan yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.
  • Pusat Kota dapat diperbesar. Adanya pemisahan antara Jalan Lingkar 1 dan Jalan Lingkar 2 yang saya usulkan adalah ±400m. Hal ini terkait dengan lebar blok yang ideal dan juga jarak berjalan kaki yang nyaman. Namun kesempatan untuk mengembangkan pusat kota menjadi lebih besar ini juga harus disertai dengan Urban Design Guideline yang tepat dan tegas. Dikhawatirkan pengembangan pusat kota yang tidak terarah malah akan memperburuk kawasan sekitar Kebun Raya Bogor ini.

Namun terdapat hal yang perlu diperhatikan juga yaitu pada opsi ini diperlukan adanya pembebasan lahan untuk dialihfungsi sebagai jalan. Hal ini juga akan menarik kita ke pembahasan yang lebih dalam mengenai topografi, letak jalur kereta api, dan juga letak sungai. Beberapa hal inilah yang akan menentukan jawaban mengenai apakah dimungkinkan adanya pembuatan jalan baru sebagai Jalan Lingkar 2. Namun secara prinsip opsi 3 ini saya rasa akan memiliki dampak yang lebih baik daripada dua opsi lainnya.

Kesimpulan

Permasalahan kemacetan yang terjadi di Kota Bogor salah satunya adalah karena layout jalan di Kota Bogor yang terpusat ke Jalan Lingkar Kebun Raya. Penataan Jalan Lingkar ini seharusnya menjadi fokus penataan sirkulasi makro Kota Bogor sebagai akupuntur untuk penyelesaian permasalahan kota lainnya. Beberapa opsi yang muncul di tulisan ini merupakan gagasan awal yang masih perlu dikaji lebih jauh mengenai feasibilitasnya dan juga dampaknya terhadap sistem kota secara keseluruhan. Selain itu, perlu juga dikaji mengenai hal lain yang mungkin lebih aplikatif dalam hal penyelesaian permasalahan kemacetan ini.

Update

Baru ingat tentang penataan sirkulasi ini pernah saya bahas di Design Thesis tentang ‘Perancangan Kembali Kawasan Paledang, Bogor dengan Pendekatan Experience Farming’, bisa baca lebih lengkapnya di sini. Untuk kasus modifikasi lalu lintas ini saya bahas spesifik di halaman ini.

Extract Diagram Sirkulasi Tesis

Extract Diagram Sirkulasi Tesis

Mari diskusi tentang permasalahan Kota Bogor, khususnya tentang tulisan di atas melalui form comment di bawah ini. Salam Bogor Bisa!

aryokuncoro

Iklan

Demi Indonesia Sehat

Demi Indonesia Sehat dan gizi seimbang 2015. Ayo makan sayur..!
Nah, makan sayur itu kini jadi barang mewah bin jarang selama gw tinggal di ibukota. Abis kalo siang makan di kantor dan sekitar kantor itu jarang banget yang jual sayur. Sesekali makan sayur itu paling banter tumis buncis, kangkung, atau capcay di warung sebelah (yang lebih sering kehabisannya daripada kebagian).
Sama kasusnya di deket kost, kalo mau makan malem tuh populasi sayur yang bisa dialihwujudkan via perut dan sistem usus itu minim bahkan ngga ada, kandidat yang tersisa gantian aja antara sate, pecel ayam, soto, nasi goreng dgn segala variannya dan juga sate padang.
Makanya, mulai beberapa saat lalu gw udah mencanangkan sebuah social movement masif dan terstruktur yaitu:

GEMASABAH, Gerakan Makan Sayur dan Buah demi anak kost yang sehat jasmani dan rohani menuju Indonesia hebat!

Okey ini kayaknya salah satu efek berkantor di depan kantor depkes deh, bahasa gw udah kayak bahasa slogan di spanduk Hari Kesehatan Nasional (emang ada?!).
Baiklah, intinya walaupun semboyan 4 sehat lima sempurna itu masih jadi perdebatan ampe sekarang. Yuk kita jaga asupan gizi kita, salah satunya dengan makan sayur dan makan buah. Biar sehat dan biar lancar, car, caar. Demi Indonesia Sehat dan Hebat! *kepalkan tangan*

Selamat Ulang Tahun Indonesiaku

17 Agustus 2014, 23.45

Selamat malam Indonesiaku,

Sesungguhnya aku sangat menantikan saat saat ini, saat bisa menuliskan sesuatu untukmu di hari istimewa ini. Sedari pagi aku tak hentinya berpikir, apa yang akan kutuliskan untukmu. Untung aku tak sedang main film, pasti sudah dalam adegan menulis beberapa kata di kertas, tak suka, dibuatlah menjadi bola kertas itu, lalu kulempar ke tempat sampah dari jejaring kawat besi stainless steel warna hitam, lalu mulai menulis lagi, tak suka lagi, dan seterusnya. 

Indonesia yang baik, kini usiamu bertambah, tak ku pergi ke toko kue untuk membelikanmu sebuah kue tart kecil dengan lilin angka 69 di atasnya, tak juga aku pergi ke toko membeli kado dan membungkusnya dengan asal (iya aku tak cakap membungkus kado, salah satu hal yang lebih sulit dari kuliah mekanika teknik 1 & 2), tak juga aku menuliskan ucapan selamat di dinding facebookmu (untuk yang terakhir ini lebih karena kau tak punya facebook bukan?).

Indonesia yang makin tua, izinkan aku merayakan pertambahan usiamu ini dengan mengisi nikmat kemerdekaan ini dengan berkarya membangun dirimu. Jika kau baca beberapa unggahan blogku sebelum ini, kau akan menemui sosok dirimu dengan bintik-bintik merah di sana. Jangan kau panik, bukan jerawat titik-titik itu. Itu hanya sumbangsih kecilku untuk mengisi kemerdekaan ini, sumbangsih kecilku untuk membangun dirimu, mencipta manfaat untuk sesama. Bisa berkarya bersama beberapa orang dengan kesamaan cita-cita untuk membangun dirimu adalah sebuah nikmat lain yang aku rasakan dari indahnya kemerdekaan ini. Berkarya untuk butet dan ucok di penghujung Sumatera sana hingga untuk pace dan mace di penghujung Papua, merupakan sebuah kenikmatan kemerdekaan yang tak ternilai harganya.

Terakhir, sebelum kalender berubah menjadi 18, izinkan saya menjadi yang terakhir mengucapkan: Selamat ulang tahun Indonesiaku tercinta. Semoga engkau, segenap rakyatmu, dan semua pengagummu di seantero dunia diberi semua yang terbaik oleh Allah, diberi kesuksesan,serta diberi keteguhan hati serta kekuatan jiwa untuk mengisi kemerdekaan yang sudah 69 tahun ini dengan beraneka aksi positif yang penuh inspirasi.

Mari bangun pagi di tanggal 18 Agustus besok wahai Indonesia-ku, masih ada cita yang harus dicapai dan cinta yang harus dikejar.

Untuk bangsa dan negara tercintaku, Indonesia.

Aryo

Google [X] vs Indonesia

Judulnya seolah-olah lagi ada perang paten antara google vs pemerintah Indonesia ya? Seolah ini gantinya perang paten antara google vs apple? Bukan bukan, ini bukan membahas perang paten antara kedua raksasa IT itu, saya mau membahas tentang anggaran riset. Ga akan terlalu dalam, hanya sekilas saja. Tercetus ide ini juga gara-gara nonton debat cawapres di tivi kemarin.

Pada debat cawapres kemarin, Hatta Rajasa menyebutkan bahwa anggaran riset Indonesia masih sangat kecil, hanya 0.1% dari GDP. Penasaran akan besarnya dalam rupiah, lalu saya iseng menyambangi website World Bank (salah satu website yang punya basis data terlengkap bahkan lebih lengkap dan yang paling penting lebih mudah diakses dibandingkan website statistik pemerintah Indonesia sendiri). Di sana disebutkan GDP (Gross Domestic Product) Indonesia tahun 2012 adalah sebesar $878 milliar. Sehingga anggaran riset pemerintah Indonesia yang 0.1% dari GDP tadi adalah sebesar $0.9 milliar. Angka ini menurut beberapa sumber ternyata adalah jumlah general semua kementrian. Jadi berapa besar kah porsi tiap kementrian?

Lalu saya jadi ingat beberapa waktu lalu pernah baca artikel di majalah bloomberg tentang divisi risetnya Google, namanya Google [x]. Baca di sini buat artikelnya dan di sini buat wiki-nya. Dari artikel itu disebutkan bahwa anggaran riset Google ternyata berkali-kali lebih besar daripada anggaran riset pemerintah Indonesia. Disebutkan anggaran riset Google mencapai angka $ 6.8 milliar dollar..! Bayangkan, sebagai sebuah perusahaan, anggaran riset Google sudah lebih dari 7 kali lipatnya anggaran Indonesia, sebuah negara. Wow!

Indonesia : $ 0.9 milliar

Google      : $ 6.8 milliar

Jadi tau kan kenapa Google agresif banget risetnya, dan tau kan kenapa Google bisa bikin Android yang sebegitu pesat perkembangannya, dan juga jadi tau kan darimana datangnya Google Glass si kacamata pintar itu. Yap! Perhatian (baca: alokasi) yang besar untuk riset, riset, dan riset. Semoga pemerintah Indonesia segera menaikkan anggaran riset dan yang lebih penting adalah memperjelas masterplan riset itu, apa tujuan akhir semua riset itu? Untuk mensejahterakan rakyat tentunya, harus.

sekian,

aryokuncoro

Batas Timur Indonesia Saya

“Yo ini ada proyek baru” Kata kepala divisi saya.

“Di mana mba?”

“Papua”

Swoosh…dan sampailah saya di provinsi paling timur Indonesia ini. Ini menjadi kota ke-11 dan pulau besar ke-4 yang saya kunjungi karena pekerjaan jadi urban designer di Townland. Tinggal kurang Sulawesi nih pulau besar yang belum saya kunjungi.

Proyek di Jayapura ini juga menjadi titik paling timur yang dikerjakan oleh kantor. Mungkin, dan emang iya nampaknya, akan jadi pengembangan kawasan terintegrasi paling timur juga di seantero Indonesia. Alhamdulillah saya akan terlibat dalam desainnya. 🙂

Oiya, saya juga terlibat di proyek kantor yang paling barat (Padang), paling utara (Batam), dan paling selatan (Bali). Alhamdulillah bisa ikut berkontribusi terhadap pembangunan kawasan di Indonesia.

Begitulah sekilas cerita bahwa jadi urban designer juga ternyata bisa jadi media untuk menambah daftar kota-kota yang pernah dikunjungi. Tapi tidak hanya berkunjung dan berwisata, kami juga meninggalkan jejak karya di sana. Ini nih bedanya jalan-jalan a la urban designer sama jalan-jalan lain. Semoga tiap kontribusi kami bisa membawa manfaat positif bagi masyarakat kota tersebut.

Have a great day..!

aryo,

*masih menandaskan tuna sandwich lanjutan post sebelumnya*

 

Selamat Pagi Tuna Sandwich

Selamat pagi Jakarta,

Setelah mengarungi alam mimpi dengan waktu yang cukup menurut anjuran ilmu kesehatan, pagi ini saya bangun dengan segar. Setelah menjalani wajib lapor kepada Yang Punya Pagi, lanjut nonton bola yang kebetulan mayan seru pagi ini, Rusia vs Korea Selatan. Lumayan lah walaupun cuma dapet 30 menit waktu sisanya, setidaknya ga kelewat dua golnya rusia dan korea, 1-1 kedudukan akhir.

Selesai nonton bola, akhirnya saya memenuhi hak kuda silver saya untuk dimandikan. Yak, setelah berjuta-juta tahun yang memandikan dia hanyalah hujan. Akhirnya berbekal sebuah sponge cuci mobil (hei, ini kan bukan mobil?!) dan sebotol sampo yang saya ga cocok pakenya, akhirnya terpenuhilah hak motor saya tersebut. Lumayan sekalian mandiin motor sekalian olahraga hup..hup..hup.! dan Cling kuda silver si motor bebek pun kembali bersinar. *scene motor disorot cahaya dari belakang*

Selesai mandiin motor, saatnya isi bensin buat perut saya yang dari bangun pagi udah muter satu album musik keroncong. Menu pagi ini adalah tuna sandwich a.la chef aryo quinn. Menyiapkan sarapan sendiri adalah salah satu moment yang saya suka setiap pagi, ya sepanjang belum ada yang nyiapin sih tentunya. Tuna sandwich ini terinspirasi menu sarapan di penginapan waktu dulu liburan keluarga di Ubud. Di penginapan waktu itu sarapannya adalah tuna sandwich yang uenak buanget. Sepulang dari sana, di kosan saya langsung ke swalayan terdekat dan membeli sekaleng tuna dan sekantong roti tawar. Tapi koq rasanya beda ya sama yang dulu di Ubud. Hmm.. makanya saya kasih nama a.la chef aryo saja, bedanya adalah tuna sandwich ini pake keju kraft singles. Baiklah setidaknya saya berusaha untuk buat varian, dan pagi ini saya ulangi lagi menu andalan saya itu. 😀 Oiya, set sarapan kali ini juga dilengkapi dengan secangkir teh hijau hasil diskonan di hero + gula sachet bermerek Garuda Indonesia. Stirred not shaken. *kebalikannya james bond*

Ups, sambil nulis cerita ini ternyata jam sudah menunjuk angka 8 tepat. Saatnya beberes dan mandi. Lalu berangkat naik kuda silver menempuh perjalanan selama….10 menit ke kantor.

Baiklah, have a great day!

aryo kuncoro

*sambil menandaskan potongan terakhir sandwich tuna